Tuesday, 7 February 2017

SENIORITAS DI SEKOLAH



Masih ingat dengan kasus senioritas yang menyebabkan jatuhnya korban yaitu juniornya sendiri?
Sepertinya kasus senioritas tersebut berbanding terbalik dengan kasus yang baru saja ku alami hari ini.JUNIORITAS !!!. Sebut saja dia A, salah satu juniorku di SMP yang sikap sok berkuasanya sangat terkenal di sekolah, padahal ia masih kelas 8 tetapi sok berkuasanya melebihi tingkatannya.Kesan pertamaku mengetahui sifatnya tersebut tentu saja merasa MIRIS dengan sikapnya yang sok SENIORITAS.Sungguh, aku berharap tidak pernah bertemu dengannya walaupun itu sulit sekali karena kita satu sekolah,hanya saja harapanku ternyata berbanding terbalik dengan kenyataan pada hari ini.Saat itu aku berjalan bersama kedua temanku, dan tiba-tiba saja si A berjalan didepanku dan dengan nada kasar ia menyuruhku untuk pergi agar tidak menghalangi jalannya.Dengan spontan aku menatapnya dengan sinis dan dengan nada angkuh dia berkata bahwa ia mengira bahwa aku adalah juniornya, bukannya minta maaf akan sikapnya, ia malah kembali berkata kasar kepadaku karena baru saja aku menatapnya dengan tatapan sinis,tanpa mengatakan sepatah katapun, aku hendak pergi meninggalkannya, tetapi salah satu temanku, tidak menerima sikap sok berkuasa dari si A tersebut, hingga akhirnya salah satu temanku tersebut membalas kata kasar dari si A tadi, dengan nada kasar si A malah kembali membentak temanku tersebut, bukannya malah minta maaf atas kesalahannya ia malah mengajak kami yaitu seniornya untuk membawa masalah ini menjadi lebih serius yaitu perkelahian antara kami dan dia.Jujur saja, saat itu aku benar-benar terkejut dengan tingkah si A yang merupakan junior yang berlaku kasar kepada seniornya, berbeda dengan kami yang sebelumnya sangat menghargai senior.Pada saat itu, kami menolak tawaran si A untuk membawa masalah ini menjadi serius dan hanya memberikan sedikit nasihat kepadanya.Tetapi ternyata dia kembali ingin menunjukkan sikap sok berkuasanya pada aku dan beberapa temanku, masih terekam jelas saat ia kembali mendatangiku dengan beberapa rombongan temannya dan seraya berkata kasar kepadaku untuk menerima tawarannya berupa perkelahian antara aku dan dirinya.Sungguh, pada saat itu awalnya aku kira masalah tadi telah berakhir, ternyata aku salah ia adalah tipe orang  yang keras kepala.Dengan nada pelan, aku mencoba untuk menjelaskan bahwa aku sama sekali tidak ingin melanjutkan permasalahan tadi, bukannya menyetujui hal itu, si A dan teman-temannya malah menertawaiku seakan-akan pada saat itu akulah pihak yang lemah.Setelah puas tertawa, akhirnya ia pergi dari hadapanku dan menyebarkan gosip miring tentangku yang mengajak dia untuk melakukan perkelahian.Sakit hati? Tentu saja, tetapi aku mencoba untuk melupakan kejadian tersebut, hanya saja hatiku berkata lain hingga akhirnya aku memutuskan untuk menemui salah satu guruku yang merupakan tante si A, dan menjelaskan kebenaran yang ada.Sungguh, jawaban dari guruku tersebut sama sekali tidak pernah ada difikiranku, pada saat itu ia berkata bahwa aku hanya perlu mengabaikan dirinya yang sakit jiwa.Senang dengan jawaban tersebut? Tidak, bahkan aku kecewa.Loh, bukannya itu berarti saat ini guruku ada dipihakku?
Jujur bukan jawaban itu yang ku harapkan dari guruku tersebut.Karena jawaban dari guruku tersebut tidak sesuai dengan tujuanku mengadukan hal ini kepadanya.Lalu, apakah tujuanku yang sebenarnya adalah agar si A terpojokkan oleh tantenya sendiri? Tidak, sama sekali tidak.Tetapi aku hanya menginginkan guruku tersebut (tante si A) agar lebih peduli dengan perkembangan sikap dari si A, bukannya malah mengabaikan sikapnya tersebut.Karena yang ku tahu selain dirinya yang juga akan menjadi korban atas sikapnya tersebut, tentunya banyak korban yang lainnya, terutama juniornya kelak.Karena yang ku tahu awalnya ia berkata begitu kasar karena telah mengira diriku adalah juniornya.
Untuk juniorku yang juga akan menjadi senior kelak, hargailah setiap orang jika memang kau ingin dihargai.
Dikutip dari N.I.T korban junioritas.

Monday, 6 February 2017

TENTANG DIA



Sebut saja teman perempuanku dengan sebutan dia.Dia adalah salah satu dari beberapa teman sekelasku.Kami memang tidak akrab saat itu, wajar saja karena hari itu masih menjadi hari-hari awal kami berkenalan.Aku dan dia awalnya bersekolah di sekolah yang berbeda, hingga pada akhirnya kita bersekolah di sekolah yang sama dan bahkan dikelas yang sama.Tidak banyak temanku yang dapat bergaul dengannya pada saat itu, termasuk diriku.Mungkin karena sikapnya yang bisa dikatakan sebagai teman yang egois, dan bahkan perilakunya yang selalu saja mengumbar kekurangan orang lain.Masih terekam jelas kejadian yang menjadi bukti sikap yang buruknya itu, pada saat itu dia memang dikenal sebagai seorang yang selalu mencari masalah.Jika tidak ada masalah yang terjadi, dia akan berusaha untuk menimbulkan masalah, bahkan dengan orang yang sama sekali tidak bersalah.Kejadian ini terjadi pada saat kami duduk dikelas 7, suasana kelas pada pagi itu sungguh tenang, aku masih ingat bahwa pada saat itu aku duduk menikmati pagi yang sunyi, tetapi tiba-tiba saja Dia datang ke hadapan salah satu temanku yang hanya duduk termenung.Entah apa yang menjadi alasan dia, mencoba memancing amarah temanku itu, tanpa berfikir panjang dia langsung mendorong temanku tersebut, sontak seluruh temanku yang lain melerai perdebatan antara kedua temanku tersebut, tetapi karena tidak dapat menahan emosi temanku tersebut kembali mendorong dia hingga terjatuh.Kejadian pagi itu ternyata hanya ibarat angin yang berlalu, bukannya malah minta maaf, dia malah memperpanjang masalah, namun untungnya temanku tersebut berusaha untuk tidak peduli dengan dia yang terus memancing terjadinya perdebatan.
Tidak ada yang tahu penyebab sikap dia.Hingga pada akhirnya alasan sikapnya tersebut diketahui oleh semua temanku.Aku masih ingat sampai detik ini, saat itu kami telah duduk dibangku kelas 8, jujur saja aku tidak melihat langsung kejadian yang menjadi awal mulanya alasan tersebut terbongkar, karena pada saat itu aku sebagai pengurus OSIS mengunjungi salah satu rumah duka kakak kelaksu pada saat itu.Hanya butuh beberapa jam, hingga akhirnya aku kembali ke sekolah dan masuk kembali ke kelas untuk melanjutkan perjalanan.Namun betapa terkejutnya aku saat masuk ke kelas dan memandang satu persatu temanku yang kini matanya memerah dan sesekali mengisak tangis.Aku mencoba untuk bertanya ke salah satu teman bangku ku pada saat itu, dan akhirnya aku tahu alasan mereka menangis.Salah satu guruku pada saat itu menceritakan tentang orang tua.Sebenarnya, hal ini lebih mendekati dengan kata renungan.Tetapi setelah memperhatikan satu persatu temanku, dia adalah temanku yang pada saat itu paling tersentuh dengan renungan tersebut.
Saat jam pelajaran telah selesai pada hari itu, dia berjalan menuju guruku dan diikuti oleh beberapa temanku yang lain, termasuk diriku.Dia tak kuasa membendung air matanya saat menceritakan tentang kedua orang tuanya terkhusus tentang ibunya yang ternyata sampai detik ini ia tidak pernah sekalipun melihatnya bahkan mengetahui keberadaannya.Pada saat itu, aku hanya mengetahui cerita pilu tentang dia hanya secuil saja.Hingga akhirnya saat kami kelas 9 yaitu saat dia kini menjadi orang yang berbeda dan tentunya berbeda dalam hal positif, dia curhat kepadaku tentang orangtunya.Dia pada saat itu masih duduk dibangku SD, dan kecelakaan menimpanya, hingga akhirnya ia harus dirawat dirumah sakit, dan seperti anak pada umumnya, dia memiliki banyak permintaan saat itu tetapi bukannya mendapat apa yang dia minta,pada saat itu, dia harus menelan kenyataan pahit bahwa dirinya hanya anak angkat.Sungguh, tidak ada lagi yang bisa ia lakukan selain menangis pada saat itu.Disaat anak seusianya mendapat kasih sayang yang tulus dari orang tuanya, dilain sisi ia harus menelan dua kenyataan pahit disaat yang bersamaan yaitu kecelakaan yang menimpanya dan kenyataan bahwa dirinya hanya anak angkat.Cerita yang dia alami adalah satu dari berbagai cerita yang ada.Dibalik sikap sarang seseorang, dan juga keangkuhan seseorang ketahuilah bahwa terdapat jiwa yang rapuh yang selama ini ia sembunyikan dan bahkan ia tutupi agar tidak mendapat belas kasih sayang orang lain yang sama sekali bukanlah keinginannya.Tetapi menjadi orang yang bersifat buruk tentulah bukan pilihan yang baik untuk menjadi jalan keluar,jika kau berpendapat bahwa hidupmu buruk, jangan sia-siakan hidupmu hanya dengan alasan itu, jalanilah hingga kau dapat mengubah hidupmu yang buruk menjadi lebih baik

Saturday, 7 January 2017

JANGAN SALAHKAN PERUBAHAN ZAMAN




Perubahan zaman adalah kejadian nyata, tidak dapat dihindari dan tidak dapat diabaikan.

secara tidak langsung kita juga akan merasakan perubahan zaman itu.Perubahan zaman itu sendiri dapat diketahui kedatangannya dengan memperhatikan kehidupan lingkungan sekitar.

Seperti pada zaman yang kini berganti, dari zaman kuno menjadi zaman modern seperti saat ini.Salah satu tandanya yaitu perubahan kehidupan sosial dalam masyarakat.Saat ini, zaman modern ditandai dengan perkembangan dunia baru, yang biasa disebut dunia maya yaitu dunia yang berkaitan dengan internet yang kini merajalela dikalangan masyarakat luas.Seperi halnya penyakit kanker yang tidak hanya mendiami satu tempat, namun akan menyebar ke tempat lainnya dengan sangat cepat dan tidak dapat diduga.Seperti itulah internet yang terus berkembang dan tidak dapat dicegah.

Namun berbeda dengan penyakit kanker yang hanya akan menimbulkan dampak negatif yang tentunya akan menyebabkan kerusakan, lain halnya dengan internet, hal ini dikarenakan internet dapat menimbulkan dua dampak berbeda baik itu dampak positif maupun dampak negatif tetapi semua tergantung dari pengguna internet itu sendiri.

Sekali lagi jangan salahkan perubahan zaman.Namun salahkan diri kita yang tidak dapat menyikapi perubahan zaman yang ada.

Namun, kata menyikapi pada kalimat diatas bukan berarti kita harus menghindari internet sebagai salah satu tanda  zaman modern.Namun kita harus memanfaatkan internet sebaik mungkin.Karena dengan mengikuti perubahan zaman yang ada maka kita akan menjalani kehidupan dengan lebih mudah