Saturday, 15 July 2017

HARI PERTAMA MASUK SMA!

Edit Posted by with No comments
Entah itu suatu kebetulan,kecerobohanku atau memang itu yang disebut takdir.Hari pertama sekolah memanglah selalu menjadi hari dengan respon bermacam-macam bagi setiap orang.Beberapa orang sangat antusias untuk segera masuk sekolah.Untuk respon yang pertama ini, biasanya mereka yang memiliki liburan yang membosankan, atau bisa jadi mereka bosan dengan liburan yang bagi sebagian orang itulah liburan yang sebenarnya dan selain kedua faktor tersebut, faktor yang berikutnya adalah, mereka sangat antusias untuk bertemu teman baru, suasana baru atau .sangat ingin kembali ke rutinitas belajar disekolah.Beberapa orang lainnya, malah merasa hari pertama masuk sekolah baru adalah hari yang paling menegangkan, mungkin sama halnya pada saat hari perawat yang akan menyuntik anak-anak pada masa SD datang layaknya malaikat pencabut nyama tetapi sebenarnya mereka layaknya malaikat tanpa sayap untuk anak-anak SD termasuk diriku.Untuk perawat yang pernah menyuntikku pada saat SD, terima kasih untuk kebaikanmu ^^ dan maafkanlah diriku ini.Back to the topic!!!.

Lalu, diantara kedua tipe tersebut, aku tipe orang yang mana???
Jika dilihat dari ekspresiku beberapa hari sebelum hari pertama masuk SMA, sepertinya aku masuk dalam tipe orang yang kedua, yaitu tipe orang yang mengganggap hari pertama masuk SMA adalah hari yang paling menegangkan(just my opinion^^).

Friday, 7 July 2017

REVIEW : BUKU PELANGI YANG DIRINDUKAN

Edit Posted by with No comments


                                                                                                                                 
 PELANGI YANG DIRINDUKAN


                  Pelangi yang Dirindukan
                                                                    By Riska Wati Harfin
                                                      Penerbit PT Elex Media Komputindo
                                                                             173 hlm
Di saat matahari meredupkan cahayanya, pertanda awan akan segera berganti warna. Pepohonan dan rerumputan terbuai oleh tiupan angin. Gemuruh terdengar membisingkan telinga. Lambat laun warna gelap menyelimuti langit, tetesan air mulai jatuh menyapa bumi.Di sudut ruang kita terbuai dalam keheningan rindu, ingin rasanya bergegas menjumpai sang pemilik rindu itu, namun langkah terasa berat memunculkan diri di hadapannya. Berkali-kali kita harus berhadapan dengan badai yang teramat kencang, petir yang semakin menggelegar.
Perlahan tapi pasti badai itu mulai beranjak pergi, walau masih menyisakan jejak, namun dari kejauhan terlihat sebuah lengkungan indah, ia teramat memesona dengan warna-warninya. Satu per satu cahaya indahnya semakin memancar, membuat hati terasa makin terikat kuat.Rindu itu terobati dengan kehadiran lengkungan warnanya, mata tak jenuh-jenuh memandang, ia seperti buah dari setiap kesabaran dan perjuangan. Untuk bertemu dengannya, Allah harus menghadapkan kita dengan badai yang teramat dashyat dan pada akhirnya pertemuan indah itu akan terjadi.
Begitulah dalam kehidupan ini, beragam ujian dan cobaan akan selalu menghampiri. Semua itu semata untuk menyeleksi dan memantaskan diri kita menjadi orang-orang sukses terlebih di usia muda.Ada beragam tipe manusia di sekeliling kita, begitupun dengan berbagai rintangan yang akan selalu datang silih berganti.
Buku ini adalah buku yang ditulis oleh kak Riska, seorang motivator bagiku.Buku ini diberikan oleh ayahku dan sesaat setelah ayahku memberikan buku ini, aku segera membacanya.Sebelum aku memberikan komentar tentang buku ini, sebaiknya kita berkenalan dengan penulisnya terlebih dahulu.Tak kenal maka tak saya, bukan?
Riska Wati Harfin, lahir di kota Palopo, Sulawesi Selatan pada tanggal 16 Maret 1994. Terlahir dari pasangan suami istri (Harfin s. Dan Rosdiana).Mulai tertarik dengan dunia menulis sejak duduk dibangku SMP, penulis pernah bergabung dengan BIMPUS (Bimbingan Puisi SMAN 2 Palopo) dan komunitas YWC (Youang Writer Community).Untuk profil lengkap penulis, kalian bisa baca pada buku ini, tepatnya pada bagian profil penulis.
                                                                                                ***
Saat pertama kali menerima buku ini dari ayahku, aku langsung berpendapat bahwa ini adalah buku novel, dan karena aku sangat menggemari novel, aku sangat bersemangat untuk membacanya.Namun, ternyata aku salah, buku ini bukanlah buku novel melainkan buku MOTIVASI ISLAMI.Walaupun bukan buku novel, aku tetap tertarik untuk membaca buku ini, terlebih lagi setelah melihat cover buku ini.Hal ini di karenakan cover buku ini dominan dengan warna putih, yaitu warna kesukaanku.Baiklah, sekarang kita mulai untuk ketahap yang lebih mendalam ~

Seperti biasanya, saat pertama kali berpaspasan dengan buku yang baru aku lihat, hal pertama yang selalu jadi pusat perhatian adalah cover buku itu sendiri. Dan seperti yang aku katakan sebelumnya, aku memang menyukai cover buku ini.Walaupun ada peribahasa Inggris DON’T JUDGE  A BOOK IT’S COVER, tetapi aku masih menetapkan cover sebagai penilaian utama ^^ maafkan diriku ini.

Setelah melihat covernya, hal yang berikutnya adalah sinopsi dari buku itu sendiri, dan sinopsis pada buku ini dapat kalian lihat pada belakang buku ini, seperti buku lain pada umumnya.Dan untuk kesekian kalinya, penilaian kedua pada buku ini masih mendapatkan jempol dariku.Sinopsi pada buku ini sukses mengundang hatiku untuk segera membaca isi buku ini secara keseluruhan.

Baiklah, aku akan mengajak kalian  berangkat menuju ke tahap berikutnya yaitu isi buku ini.Pada isi buku Pelangi yang Dirindukan ini, aku menemukan segudang kata-kata motivasi yang bukan hanya sekedar kata-kata saja, tetapi kata-kata yang sukses membuat aku terhanyut dengan keindahannya.Kalau bisa jujur, aku termasuk orang yang kurang tertarik untuk membaca buku motivasi, namun setelah membaca buku ini, rasa ketertarikan untuk membaca buku motivasi lainnya seakan-akan muncul dengan sendirinya.Untuk itu, aku sangat berterima kasih kepada penulis buku ini ^^ dan tidak sabar untuk menanti buku-buku selanjutnya.

Saat membaca buku ini, pertanyaan-pertanyaanku yang belum terjawab seketika mendapat jawabannya.Penulis yang menempatkan posisinya sebagai sobat membuatku semakin terhanyut dengan buku ini.Seolah-olah aku sedang mendapat motivasi dari seorang sahabat.

Untuk keseluruhan dari buku ini, menurutku semuanya sudah sangat baik.Kata-katanya yang mudah untuk dimengerti dan ringan membuatku nyaman membacanya, tetapi bagi kalian yang lebih gemar membaca buku dengan kata-kata yang sulit untuk dimengerti atau kata-kata yang mengundang kita layaknya memecahkan misteri.Jangan salah dulu, karena sesekali buku ini juga membuat pembacanya berpikir lebih keras lagi.

Selain memberikanku motivasi tentang kehidupan yang lebih baik, buku ini juga memberiku motivasi untuk berani mengirimkan naskahku yang telah lama berdiam diri di file laptop agar segera menuju ke penerbit.Walaupun belum dapat di ACC dari penerbit, tetapi semangat untuk tetap mencoba masih tetap sama berkat motivasi dari buku ini^^

Tuesday, 7 February 2017

STORY OF MY LIFE : SENIORITAS DI SEKOLAH

Edit Posted by with No comments


Masih ingat dengan kasus senioritas yang menyebabkan jatuhnya korban yaitu juniornya sendiri?
Sepertinya kasus senioritas tersebut berbanding terbalik dengan kasus yang baru saja ku alami hari ini.JUNIORITAS !!!. Sebut saja dia A, salah satu juniorku di SMP yang sikap sok berkuasanya sangat terkenal di sekolah, padahal ia masih kelas 8 tetapi sok berkuasanya melebihi tingkatannya.Kesan pertamaku mengetahui sifatnya tersebut tentu saja merasa MIRIS dengan sikapnya yang sok SENIORITAS.Sungguh, aku berharap tidak pernah bertemu dengannya walaupun itu sulit sekali karena kita satu sekolah,hanya saja harapanku ternyata berbanding terbalik dengan kenyataan pada hari ini.Saat itu aku berjalan bersama kedua temanku, dan tiba-tiba saja si A berjalan didepanku dan dengan nada kasar ia menyuruhku untuk pergi agar tidak menghalangi jalannya.Dengan spontan aku menatapnya dengan sinis dan dengan nada angkuh dia berkata bahwa ia mengira bahwa aku adalah juniornya, bukannya minta maaf akan sikapnya, ia malah kembali berkata kasar kepadaku karena baru saja aku menatapnya dengan tatapan sinis,tanpa mengatakan sepatah katapun, aku hendak pergi meninggalkannya, tetapi salah satu temanku, tidak menerima sikap sok berkuasa dari si A tersebut, hingga akhirnya salah satu temanku tersebut membalas kata kasar dari si A tadi, dengan nada kasar si A malah kembali membentak temanku tersebut, bukannya malah minta maaf atas kesalahannya ia malah mengajak kami yaitu seniornya untuk membawa masalah ini menjadi lebih serius yaitu perkelahian antara kami dan dia.Jujur saja, saat itu aku benar-benar terkejut dengan tingkah si A yang merupakan junior yang berlaku kasar kepada seniornya, berbeda dengan kami yang sebelumnya sangat menghargai senior.Pada saat itu, kami menolak tawaran si A untuk membawa masalah ini menjadi serius dan hanya memberikan sedikit nasihat kepadanya.Tetapi ternyata dia kembali ingin menunjukkan sikap sok berkuasanya pada aku dan beberapa temanku, masih terekam jelas saat ia kembali mendatangiku dengan beberapa rombongan temannya dan seraya berkata kasar kepadaku untuk menerima tawarannya berupa perkelahian antara aku dan dirinya.Sungguh, pada saat itu awalnya aku kira masalah tadi telah berakhir, ternyata aku salah ia adalah tipe orang  yang keras kepala.Dengan nada pelan, aku mencoba untuk menjelaskan bahwa aku sama sekali tidak ingin melanjutkan permasalahan tadi, bukannya menyetujui hal itu, si A dan teman-temannya malah menertawaiku seakan-akan pada saat itu akulah pihak yang lemah.Setelah puas tertawa, akhirnya ia pergi dari hadapanku dan menyebarkan gosip miring tentangku yang mengajak dia untuk melakukan perkelahian.Sakit hati? Tentu saja, tetapi aku mencoba untuk melupakan kejadian tersebut, hanya saja hatiku berkata lain hingga akhirnya aku memutuskan untuk menemui salah satu guruku yang merupakan tante si A, dan menjelaskan kebenaran yang ada.Sungguh, jawaban dari guruku tersebut sama sekali tidak pernah ada difikiranku, pada saat itu ia berkata bahwa aku hanya perlu mengabaikan dirinya yang sakit jiwa.Senang dengan jawaban tersebut? Tidak, bahkan aku kecewa.Loh, bukannya itu berarti saat ini guruku ada dipihakku?

Jujur bukan jawaban itu yang ku harapkan dari guruku tersebut.Karena jawaban dari guruku tersebut tidak sesuai dengan tujuanku mengadukan hal ini kepadanya.Lalu, apakah tujuanku yang sebenarnya adalah agar si A terpojokkan oleh tantenya sendiri? Tidak, sama sekali tidak.Tetapi aku hanya menginginkan guruku tersebut (tante si A) agar lebih peduli dengan perkembangan sikap dari si A, bukannya malah mengabaikan sikapnya tersebut.Karena yang ku tahu selain dirinya yang juga akan menjadi korban atas sikapnya tersebut, tentunya banyak korban yang lainnya, terutama juniornya kelak.Karena yang ku tahu awalnya ia berkata begitu kasar karena telah mengira diriku adalah juniornya.
Untuk juniorku yang juga akan menjadi senior kelak, hargailah setiap orang jika memang kau ingin dihargai.

Dikutip dari N.I.T korban junioritas.

Monday, 6 February 2017

STORY OF MY LIFE : TENTANG DIA

Edit Posted by with No comments


Sebut saja teman perempuanku dengan sebutan dia.Dia adalah salah satu dari beberapa teman sekelasku.Kami memang tidak akrab saat itu, wajar saja karena hari itu masih menjadi hari-hari awal kami berkenalan.Aku dan dia awalnya bersekolah di sekolah yang berbeda, hingga pada akhirnya kita bersekolah di sekolah yang sama dan bahkan dikelas yang sama.Tidak banyak temanku yang dapat bergaul dengannya pada saat itu, termasuk diriku.Mungkin karena sikapnya yang bisa dikatakan sebagai teman yang egois, dan bahkan perilakunya yang selalu saja mengumbar kekurangan orang lain.Masih terekam jelas kejadian yang menjadi bukti sikap yang buruknya itu, pada saat itu dia memang dikenal sebagai seorang yang selalu mencari masalah.Jika tidak ada masalah yang terjadi, dia akan berusaha untuk menimbulkan masalah, bahkan dengan orang yang sama sekali tidak bersalah.Kejadian ini terjadi pada saat kami duduk dikelas 7, suasana kelas pada pagi itu sungguh tenang, aku masih ingat bahwa pada saat itu aku duduk menikmati pagi yang sunyi, tetapi tiba-tiba saja Dia datang ke hadapan salah satu temanku yang hanya duduk termenung.Entah apa yang menjadi alasan dia, mencoba memancing amarah temanku itu, tanpa berfikir panjang dia langsung mendorong temanku tersebut, sontak seluruh temanku yang lain melerai perdebatan antara kedua temanku tersebut, tetapi karena tidak dapat menahan emosi temanku tersebut kembali mendorong dia hingga terjatuh.Kejadian pagi itu ternyata hanya ibarat angin yang berlalu, bukannya malah minta maaf, dia malah memperpanjang masalah, namun untungnya temanku tersebut berusaha untuk tidak peduli dengan dia yang terus memancing terjadinya perdebatan.
Tidak ada yang tahu penyebab sikap dia.Hingga pada akhirnya alasan sikapnya tersebut diketahui oleh semua temanku.Aku masih ingat sampai detik ini, saat itu kami telah duduk dibangku kelas 8, jujur saja aku tidak melihat langsung kejadian yang menjadi awal mulanya alasan tersebut terbongkar, karena pada saat itu aku sebagai pengurus OSIS mengunjungi salah satu rumah duka kakak kelaksu pada saat itu.Hanya butuh beberapa jam, hingga akhirnya aku kembali ke sekolah dan masuk kembali ke kelas untuk melanjutkan perjalanan.Namun betapa terkejutnya aku saat masuk ke kelas dan memandang satu persatu temanku yang kini matanya memerah dan sesekali mengisak tangis.Aku mencoba untuk bertanya ke salah satu teman bangku ku pada saat itu, dan akhirnya aku tahu alasan mereka menangis.Salah satu guruku pada saat itu menceritakan tentang orang tua.Sebenarnya, hal ini lebih mendekati dengan kata renungan.Tetapi setelah memperhatikan satu persatu temanku, dia adalah temanku yang pada saat itu paling tersentuh dengan renungan tersebut.
Saat jam pelajaran telah selesai pada hari itu, dia berjalan menuju guruku dan diikuti oleh beberapa temanku yang lain, termasuk diriku.Dia tak kuasa membendung air matanya saat menceritakan tentang kedua orang tuanya terkhusus tentang ibunya yang ternyata sampai detik ini ia tidak pernah sekalipun melihatnya bahkan mengetahui keberadaannya.Pada saat itu, aku hanya mengetahui cerita pilu tentang dia hanya secuil saja.Hingga akhirnya saat kami kelas 9 yaitu saat dia kini menjadi orang yang berbeda dan tentunya berbeda dalam hal positif, dia curhat kepadaku tentang orangtunya.Dia pada saat itu masih duduk dibangku SD, dan kecelakaan menimpanya, hingga akhirnya ia harus dirawat dirumah sakit, dan seperti anak pada umumnya, dia memiliki banyak permintaan saat itu tetapi bukannya mendapat apa yang dia minta,pada saat itu, dia harus menelan kenyataan pahit bahwa dirinya hanya anak angkat.Sungguh, tidak ada lagi yang bisa ia lakukan selain menangis pada saat itu.Disaat anak seusianya mendapat kasih sayang yang tulus dari orang tuanya, dilain sisi ia harus menelan dua kenyataan pahit disaat yang bersamaan yaitu kecelakaan yang menimpanya dan kenyataan bahwa dirinya hanya anak angkat.Cerita yang dia alami adalah satu dari berbagai cerita yang ada.Dibalik sikap sarang seseorang, dan juga keangkuhan seseorang ketahuilah bahwa terdapat jiwa yang rapuh yang selama ini ia sembunyikan dan bahkan ia tutupi agar tidak mendapat belas kasih sayang orang lain yang sama sekali bukanlah keinginannya.Tetapi menjadi orang yang bersifat buruk tentulah bukan pilihan yang baik untuk menjadi jalan keluar,jika kau berpendapat bahwa hidupmu buruk, jangan sia-siakan hidupmu hanya dengan alasan itu, jalanilah hingga kau dapat mengubah hidupmu yang buruk menjadi lebih baik